Minggu, 29 Maret 2020

TUGAS MINGGU KETIGA XI-IPA SMA MUSLIMIN CILILIN

Kurva Titrasi Asam Basa

Kurva titrasi dibuat dengan menghitung pH campuran selama reaksi pada
beberapa titik penambahan titran yang berbeda. bentuk kurva titrasi tergantung pada kekuatan asam dan basa yang direaksikan.
a. Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat
Reaksi antara 25 ml HCl 0,1 M dengan NaOH 0,1 M, reaksi yang terjadi sebagai berikut :
HCl(aq) + NaOH(aq) ---->NaCl(aq) + H2O(aq)

Kurva asam kuat dengan basa kuat dapat dilihat pada gambar diatas. pH sebelum ditambahkan NaOH =1, Setelah penambahan 10 ml NaOH pH menjadi 1,37. Penambahan 25 ml NaOH pH = 7,
karena terjadi titik ekuivalen yang menyebabkan larutan garam NaCl bersifat netral. Penambahan 26 ml NaOH berubah drastic menjadi 11,29. Garam NaCl yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat yang merupakan elektrolit kuat tidak akan terhidrolisis, karena larutannya bersifat netral (pH=7).
Contoh : NaCl(aq) ----> Na+(aq) + Cl-(aq)
Na+(aq) H2O(l) ---->
Cl- (aq) + H2O(l)---->
b. Titrasi Asam Kuat dengan Basa Lemah
Reaksi antara 25 ml HCl 0,1 M dengan NH3 0,1 M (Kb = 10-5). Reaksinya sebagai berikut :
HCl(aq) + NH3(aq) ---->NH4Cl(aq)
Sebelum penambahan NH3, pH =1, setelah penambahan 10 ml NH3, pH =1,37,
penambahan 25 ml NH3, pH=5,15 yang merupakan titik ekuivalen. Penambahan 26 ml NH3, pH berubasedikit, yaitu 6,1. pada penambahan setelah titik ekivalen penambahan sedikibasa maka pH garam hampir tidak berubah, sehingga merupakan larutan penyangga. Titik ekuivalen terjadi pada pH<7,>karena garam yang terbentuk mengalami hidrolisis sebagian yang bersifat asam.
NH4Cl(aq) ---> NH4(aq) + Cl-
NH4+(aq) + H2O(l) ---> NH4OH(aq) + H+(aq)
Cl-(aq) + H2O(l) --->
c. Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat
Reaksi antara 25 ml HC2H3O2 0,1 M (Ka= 1,74.10-5) dengan NaOH 0,1 M.
Reak
si : HC2H3O2(aq) +NaOH(aq) ---> C2H3O2Na(aq) + H2O(l)

Penambahan 10 ml NaOH pH berubah menjadi 4,58, penambahan 25 ml terjadi titik ekuivalen
Pada pH = 8,72. Penambahan 26 ml NaOH pH =10,29. Pada grafik diatas,
penambahan sedikit basa, maka pH akan naik sedikit, sehingga termasuk larutan penyangga. Titik ekuivalen diperoleh pada pH >7. Hal itu disebabkan garam yang terbentuk mengalami hidrolisis sebagian yang bersifat basa.
C2H3O2Na(aq) ---> CH3COO-(aq) + Na+(aq)
C2H3O2(aq) + H2O(l) ---> C2H3O2H(aq) + OH-(aq)
Na+(aq) + H2O(l) --->
d. Titrasi Asam Lemah dengan Basa Lemah
Contoh yang biasa untuk kurva titrasi asam lemah dan basa lemah adalah asam etanoat dan amonia
CH3COOH (aq) + NH3(aq) --->CH3COONH4 (aq)
Hal ini juga terjadi karena keduanya bersifat lemah - pada kasus tersebut, titik ekivalen kira-kira terletak pada pH 7.
Gambar ini hanyalah penggabungan gambar yang telah anda lihat. Sebelum titik ekivalen sama seperti kasus amonia - HCl. Setelah titik ekivalen seperti bagian akhir kurva asam etanoat - NaOH.

Perhatian bahwa kurva tersebut sedikit tidak curam pada gambar ini. Malahan, terdapat sesuatu yang dikenal dengan "titik infleksi". Kecuraman yang berkurang berarti bahwa sulit melakukan titrasi antara asam lemah vs basa lemah.
LATIHAN
1. Hitunglah kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 15 gram urea dalam 100 gram air ! (Mr Urea=60)
2. Hitunlah jumlah mol zat yang dihasilkan dari 4,8 gram Mg yang direaksikan dengan asam sulfat ! (Ar Mg=24)
3. Apabila 100 ml H2SO0,2 M dicampurkan dengan 500 ml larutan NaOH 0,1 M,tentukan banyaknya NaOH sisa dan hasil reaksinya !
4. Tentukan kadar asam asetat pada cuka makan, bila 10 ml cuka diencerkan tepat 50 ml dan sebanyak 20 ml cuka encer tersebut dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M sebanyak 30 ml ! (ρ = 1 gram/ml, Mr CH3COOH =60)
5. Jika kita memiliki 5 ml larutan NH1,48 M, berapakah volume akhir larutan
setelah diencerkan menjadi 1 M !
 TUGAS: KERJAKAN SOAL LATIHAN DI KERTAS FOLIO ATAU HVS KEMUDIAN UPLOAD FOTO HASIL PEKERJAAN DAN FOTO SELFI KALIAN DENGAN KERTAS JAWABAN DENGAN CARA  KLIK DISINI,

Rabu, 25 Maret 2020

TUGAS MINGGU KEDUA X TITL SMKN 1 CIHAMPELAS




Bilangan Oksidasi (Biloks) – Pengertian, Aturan, dan Contoh Soal


Bilangan Oksidasi – Apakah kamu sudah mengetahui lebih jelas mengenai dua kata inii? jika belum, silahkan simak artikel dibawah ini secara lengkap yang meliputi pengertian, aturan dan contoh soal beserta pembahasan Bilangan Oksidasi.
Hasil gambar untuk bilangan oksidasi
Pengertian

Bilangan oksidasi (Biloks) adalah banyaknya suatu elektron yang dilepas atau diterima pada pembentukan ikatan kimia oleh suatu atom didalam molekul, ion atau senyawa. Nilai pada bilangan ini bisa diartikan sebagai tanda positif atau negatif. Kemudian ini sering sekali disebut sebagai biloks disingkat (b.o).
Beberapa atom hanya mempunyai satu biloks, namun ada juga atom yang mempunyai lebih dari satu biloks. Mg bereaksi pada Oksigen yang merupakan salah satu contoh dari reaksi redoks.
Jika kamu ingin menemukan nilai sebuah bilangan oksidasi suatu atom pada suatu molekul atau senyawa, kamu harus mengetahui terlebih dahulu biloks atom unsur lainnya yang mempunyai sifat umum (standar) yang sudah diketahui dengan pasti biloksnya. Berikut ketentuan-ketentuan unsur pada penetapan biloks dibawah ini.

BILANGAN OKSIDASI

  • Biloks unsur bebas pada bentuk monoatomik, diatomik, triatomik, tetraatomik, sampai berikutnya, mempunyai harga nol. Contohnya: Fe, C, H2, F2, Cl2, O2, P4, dan S8.
  • Bilangan oksidasi (Biloks) atom F yaitu -1.
  • Atom logam selalu mempunyyai bilangan oksidasi positif dengan harga yang sesuai pada nomor golongannya, kecuali dengan logam transisi yang mempunyai biloks lebih dari satu.
  • Bilangan oksidasi (Biloks) Li, Na, K, Rb, dan Cs yaitu +1.
  • Bilangan oksidasi (Biloks) atom Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra yaitu +2.
  • Bilangan oksidasi (Biloks) atom Al yaitu +3.
  • Bilangan oksidasi (Biloks) atom H umumnya yaitu +1+, kecuali jika berikatan pada unsur logam, seperti Na, bilangan oksidasinya menjadi negatif (-1). Senyawa atom H pada unsur logam disebut sebagai senyawa hidrida. Contohnya: biloks H pada senyawa Natrium hidrida (NaH) yaitu -1.
  • Bilangan oksidasi (Biloks) atom O umumnya yaitu -2, kecuali jika berikatan pada atom F, atau pada senyawaan peroksida dan superoksida. Bilangan oksidasi atom O yaitu +2 pada OF2, di dalam senyawa peroksida (misalnya H2O2) bernilai -1. Namun ada juga senyawa superoksida (seperti KO2), biloks O yang bernilai -1/2.
  • Jumlah seluruh bilangan oksidasi atom-atom penyusun satu ion sama saja pada muatan ion tersebut. Contohnya : S2- = -2; Fe3+ = +3; MnO4– = -1; dan Cr2O72- = -2.
  • Jumlah biloks unsur-unsur dalam pembentuk senyawa netral sama dengan nol.
Contohnya:
Pada muatan H2O= (2 x biloks H) + (1 x biloks O) hasilnya yaitu : 0
= (2 x (+1)) + (1 x (-2)) = 0
Pada muatan KClO3 = (1 x biloks K) + (1 x biloks Cl) + (3 x biloks O) hasilnya yaitu : 0
= (1 x (+1)) + (1 x (+5)) + (3 x (-2)) = 0
Pada muatan Al(OH)3 = (1 x biloks Al) + (3 x biloks O) + (3 x biloks H) hasilnya yaitu : 0
= (1 x (+3)) + (3 x (-2)) + (3 x (+1)) = 0
Catatan! Jika seluruh unsur diatas saling bersaing maka kamu bisa menggunakan prioritas dibawah ini:
F > logam > H > O

Aturan

Untuk menentukan bilangan oksidasi (Biloks) pada suatu ion atau senyawanya lainnya harus mengikuti aturan-aturan dibawah ini:
1. Biloks unsur bebas yang berbentuk atom atau molekul unsur yang bernilai 0 (nol).
Unsur bebas yang berbentuk atom yaitu:
  • Biloks C pada C bernilai = 0
  • Biloks Ca pada Ca bernilai = 0
  • Biloks Cu pada Cu bernilai = 0
  • Biloks Na pada Na bernilai = 0
  • Biloks Fe pada Fe bernilai = 0
  • Biloks Al pada Al bernilai = 0
  • Biloks Ne dalam Ne bernilai = 0
Unsur bebas yang berbentuk molekul yaitu:
  • Biloks H pada H2 bernilai = 0
  • Biloks O pada O2 bernilai = 0
  • Biloks Cl dalam Cl2 bernilai = 0
  • Biloks P dalam P4 bernilai = 0
  • Biloks S dalam S8 bernilai = 0
2. Biloks berupa logam dalam senyawa selalu bernilai positif.
Pada unsur logam golongan 1 (sistem lama gol. IA) (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr), Biloksnya adalah +1.
  • Biloks K dalam KCl, KNO3, atau K2SO4 bernilai = +1
Pada unsur logam golongan 2 (sistem lama golongan. IIA) (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra), Biloksnya adalah +2.
  • Biloks Mg dalam MgO, MgCl2, atau MgSO4 bernilai = +2
Bilangan oksidasi (Biloks) unsur logam lainnya adalah:
  • Ag bernilai = +1
  • Cu bernilai = +1 dan +2
  • Hg bernilai = +1 dan +2
  • Au bernilai = +1 dan +3
  • Fe bernilai = +2 dan +3
3. Bilangan oksidasi (Biloks) ion monoatom (untuk 1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) adalah sama pada muatan ionnya.
  • Biloks ion monoatom yaitu Na+, Ca2+, Al3+, Cl–, dan 02- berurutan +1,+2, +3, -1 dan -2.
  • Biloks ion poliatom yaitu NH4+, SO42-, PO43- berurutan +1,-2, dan -3.
4. Bilangan oksidasi (Biloks) unsur golongan VIA (O, S, Se, Te, Po) dalam senyawa biner yaitu -2, dan unsur golongan VIIA (F, Cl, Br, I, At) dalam senyawa biner yaitu -1.
  • Biloks unsur S dalam Na2S dan MgS bernilai = -2.
  • Biloks unsur Cl dalam NaCl, KCl, MgCl2, dan FeCl3 bernilai = -1.
5. Bilangan oksidasi (Biloks) unsur H dalam senyawanya bernilai = +1.
Kecuali pada Biloks hidrida (senyawa hydrogen dengan logam) bernilai = -1.
Dikarenakan pada senyawa hidrida, hidrogen ada pada bentuk ion hidrida, H–. Biloks ion seperti hidrida adalah sama seperti muatan ion, yang bernilai = -1.
  • Biloks unsur H dalam H2O, HCl, H2S, dan NH3 bernilai = +1.
  • Biloks unsur H dalam NaH, CaH2, dan AlH3 bernilai = -1.
6. Bilangan oksidasi (Biloks)unsur O dalam senyawanya bernilai = -2, kecuali,
  • Biloks senyawa biner dalam F, bernilai = +2.
  • Biloks senyawa peroksida, seperti H2O2, Na2O2 dan BaO2 , bernilai = -1.
  • Biloks senyawa superoksida, seperti KO2 dan NaO2, bernilai = -½ .
Bilangan oksidasi (Biloks) unsur O dalam H2O, KOH, H2SO4 dan Na3PO4 bernilai = -2.
7. Jumlah pada bilangan oksidasi (Biloks) unsur-unsur pada senyawa adalah 0 (nol).
Jumlah pada suatu bilangan oksidasi unsur-unsur pembentuk ion atau senyawa poliatom yaitu sama dengan muatan ion poliatomnya itu sendiri.

Contoh Soal

1. Tentukan bilangan oksidasi atom unsur yang dicetak tebal pada senyawa dibawah ini:
  1. N2O5
  2. MnO4
  3. Cr2O72-
  4. Na2S2O7
  5. Al2(SO4)3
Jawab:
Biloks akan ditentukan, misalnya x:
1. Muatan N2Oyaitu (2 x biloks N) + (5 x biloks O)=0
0 = (2x (x)) + (5 x (-2))
0 = 2x – 10
x = +5
Jadi, bilangan oksidasi atom N pada senyawa N2O5 yaitu +5
2. Muatan MnO4 adalah (1 x biloks Mn) + (4 x biloks O) sebagai berikut!
-1 adalah (1 x (x)) + (4 x (-2))
-1 adalah x – 8
x adalah +7
Jadi, biloks atom Mn pada senyawa MnO4 yaitu +7
3. Muatan Al2(SO4)= (2 x biloks Al) + (3 x biloks S) + (12 x biloks O), adalah:
0 = (2 x (+3)) + (3 x (x)) + (12 x (-2))
0 = 6 + 3x -24
x = +6
Jadi, bilangan oksidasi atom S pada senyawa Al2(SO4)3 yaitu +6.
Demikian pembahasan kali ini, semoga bisa membantu kamu dan dengan mudah memahaminya.

Tugas Minggu Kedua
Untuk tugas pelajaran kimia minggu kedua silahkan kerjakan soal dibawah ini dibuku kemudian upload foto jawaban berikut foto ketika kamu sedang mengerjakan soal tersebut.
Tugas minggu kedua: menentukan Bilangan Oksidasi
1.    Tentukan biloks atom S dalam :
a.    S8                                    f. H2S2O7
b.    H2S                                 g. K2SO4
c.    Na2S                               h. SO42-
d.    SO2                                 i. FeSO4
e.    H2SO4                             j. Fe2(SO4)3
2.    Tentukan bilangan oksidasi atom unsur yang dicetak tebal pada spesi/zat berikut:
a.    NH4+                               e. HAsO4
b.    H3PO4                             f. NH2OH
c.    Ca(ClO3)2                       g. Fe2(SO3)3
d.    H2C2O4                           h. NH4NO2
untuk upload foto jawaban dan foto selfi kalian saat mengerjakan silahkan KLIK DISINI

Senin, 16 Maret 2020

Tugas Kimia Minggu Kedua kelas XI-IPA SMAMCIL

Titrasi Asam-Basa


Tahukah kamu apakah Titrasi?....titrasi adalah suatu cara yang dilakukan untuk menentukan konsentrasi atau kadar suatu zat.

titrasi memiliki banyak jenis tergantung jenis  reaksi kimia atau pereaksi yang terlibat meliputi:

  • titrasi asam basa
  • titrasi  redoks
  • titrasi argentometri
  • titrasi kompleksometri, dll.



Sesuai tuntutan kurikulum kita hanya akan mempelajari TITRASI ASAM BASA.

Apakah yang dimaksud titrasi asam basa?....sesuai namanya berarti dalam titrasi ini yang terlibat adalah reaksi kimia yang melibatkan suatu asam dan basa. 


Titrasi asam basa merupakan suatu prosedur yang dilakukan saat kita ingin menentukan kemolaran atau kadar suatu asam atau basa berdasarkan reaksi netralisasi. Selain itu, dalam titrasi asam basa terdapat beberapa istilah yang harus kamu ketahui, beberapa istilah di antaranya:

  • Titran, merupakan zat yang digunakan untuk mentitrasi suatu asam atau basa yang ingin ditentukan kemolarannya. 
  • Titrat, merupakan asam atau basa yang dititrasi untuk ditentukan kemolarannya.
  • Indikator asam basa adalah suatu zat yang ditambahkan sebagai penanda titrasi.
  • Titik akhir titrasi, merupakan titik saat indikator asam basa mengalami perubahan warna.
  • Titik ekuivalen, merupakan titik saat asam basa tepat habis bereaksi.
Indikator Asam-Basa
     
  Indikator asam basa adalah suatu zat atau alat yang digunakan untuk menunjukkan jika titik akhir titrasi telah tercapai.
Syarat indikator asam basa yang baik untuk titrasi yaitu:
1. mempunyai trayek perubahan pH yang berada di sekitar tiik ekivalen atau pada titik ekivalen tersebut.
2. ketika perubahan warna terlihat jelas dan juga tajam

Skema Titrasi Asam Basa

    proses titrasi


dalam proses titrasi tidak selalu basa sebagai penitrasi, bisa juga sebaliknya asam yang menjadi pentitrasi
Kemudian, untuk menggunakan indikator asam-basa, kamu harus menggunakan beberapa prosedur titrasi, di antaranya adalah:
1. Asam yang akan dititrasi, mula-mula ditetesi indikator asam-basa secukupnya.
2. Kemudian masukkan pentiter yang berupa basa, setetes demi setetes sambil  menghitung.
3. Ketika warna indikator berubah, hentikan titrasi (titik akhir titrasi).
 titik akhir titrasi tercapai jika:
                                        Massa ekivalen asam = Massa ekivalen basa
                                        massa ekivalen = jumlah mol x valensi
                                         jumlah mol = M x V, jadi:
                                         M1x V1 x a   =  M2 x V2 x b
                                                                Keterangan: M1 = Molaritas asam
                                                                                     M2 = Molaritas basa
                                                                                      V1 = volume asam
                                                                                       V2= volume basa
                                                                                        a = valensi asam 
                                                                                        b = valensi basa
Contoh Soal 1
Diketahui sampel Ba(OH)2sebanyak 25 mL tetap dititrasi oleh 100 mL HCl 0,1 M, tentukan konsentrasi sampel tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui : V Ba(OH)2= 25 mL
V HCl = 100 mL
M HCl = 0,1 M
valensi HCl  = 1
valensi Ba(OH)2= 2
Ditanyakan: Molaritas pada Ba(OH)2
Jawab:

Jadi, nilai kemolaran pada larutan Ba(OH)2adalah 0,1 M.

Contoh soal 2

Sebuah larutan HCL dengan Volume 100 mL dan memiliki pH sebesar 4 ditetesi dengan larutan HCl yang memiliki pH=3. Tentukan nilai pH dari campuran kedua larutan tersebut.
Penyelesaian:
Diketahui:
Kedua larutan tersebut adalah HCl dimana HCl adalah asam kuat. Apabila asam kuat dengan asam kuat dicampurkan maka dapat ditentukan pH campurannya menggunakan persamaan:

Cari dulu nilai molnya menggunakan persamaan:


Jadi, pH campuran dari larutan asam kuat tersebut adalah 3,25

Contoh Soal 3


Penyelesaian:

Contoh Soal 4


Penyelesaian: 
Klik disini untuk Soal Latihan 
(sebelum mengklik soal latihan persiapkan photo selfi ketika sedang mempelajari materi, token soal latihan minta ke guru kimia kalian yang ganteng!)
(dikerjakan paling lambat hari Kamis tgl 26 Maret 2020 jam 17.00)






Materi Pembelajaran Kimia Minggu kelima kelas XI IPA  SMA Muslimin Cililin Sistem Koloid Jajat Setiawan, S. Pd. Pengertian Koloid...